Darta Industrial – Korosi  (perkaratan) adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Contoh korosi yang paling umum adalah perkaratan besi. Untuk masalah korosi pada logam dibutuhkan produk yang tepat, yaitu Polintek Primary Coating, solusi cat anti korosi.

 

Pengertian Cat Anti Korosi

Cat anti korosi atau cat anti karat adalah sebuah material cat yang diaplikasikan atau dilapiskan kepada material yang terbuat dari bahan besi, baja atau steel, agar supaya baja/steel/besi tersebut tidak timbul korosi atau karat. Berikut penjelasan mengenai jasa cat anti korosi, erosi dan abrasi.

Baca juga: POLINTEK Concrete Repair, Solusi Perbaikan Struktur Beton

 

Jenis-jenis Korosi

  1. Korosi Merata
    Korosi merata merupakan bentuk dari korosi yang biasanya terjadi. Korosi merata ditandai dengan adanya reaksi kimia atau elektrokimia pada permukaan bereaksi. Dampaknya dapat terlihat, misalnya logam menjadi tipis dan akhirnya terjadi kegagalan pada logam tersebut.
  2. Korosi Galvanik 
    Perbedaan akan terlihat di antara kedua logam yang berbeda pada saat keduanya dicelupkan dari laturan korosif. Saat logam itu berbenturan, terjadi perbedaan potensial yang dapat menghasilkan aliran elektron. Elektron tersebut mengalir dari logam yang kurang mulia (anodik) ke metal yang lebih mulia (katodik).
  3. Korosi Celah
    Bentuk dari korosi yang ketika terdapat celah akibat penggabungan atau suatu penyatuan dua logam yang sama mempunyai kadar oksigen yang berbeda dengan bagian luarnya. Jenis dari korosi tersebut pada umumnya disebabkan oleh lubang yang kecil, dan celah-celah di bawah kepala baut dan pakunya keling.
  4. Korosi Sumuran
    Korosi sumuran merupakan bentuk dari adanya serangan korosi yang sangat lokal kemudian menyerang suatu daerah tertentu yang mengakibatkan adanya lubang dalam logam.
  1. Korosi Erosi
    Korosi erosi adalah suatu korosi yang terjadi karena tingkat percepatan kerusakan atua serangan pada logam dari gerakan relatif antara cairan korosif dan permukaan logam. Biasanya gerakan tersebut cukup cepat, dan ikut serta dengan abrasi. Logam yang berada di permukaan tersebut kemudian berubah ke ion terlarut atau bentuk produk korosi yang padat.

 

Baca juga: POLINTEK Railway Synthetic Sleeper, Solusi Rel Kereta Api

 

Polintek Primary Coating

 

Penyebab Korosi pada Logam

Penyebab#1. Elektrolit

Keberadaan elektrolit, seperti garam dalam air laut dapat mempercepat laju korosi dengan menambah terjadinya reduksi tambahan.

Penyebab#2. Suhu

Pada umumnya, laju korosi naik dengan kenaikan suhu.

Penyebab#3. Keberadaan Zat Pengotor

Zat pengotor di permukaan logam dapat menyebabkan terjadinya reaksi reduksi tambahan, sehingga lebih banyak logam yang terkorosi.

Penyebab#4. Derajat Keasaman atau pH

Korosi dalam kondisi pH < 7 lebih besar, karena adanya reaksi reduksi tambahan, yaitu reduksi H+ pada katode (logam yang kurang reaktif).

Penyebab#5. Kandungan H2O dan O2

Logam yang diletakkan di luar ruangan akan lebih cepat terkorosi dibandingkan yang tersimpan kering di dalam ruangan.

Penyebab#6. Galvanic Coupling

Apabila logam terhubung atau menempel pada logam lain yang kurang reaktif (tidak mudah teroksidasi, Eo lebih positif), maka akan timbul beda potensial yang menyebabkan terjadinya aliran elektron dari logam tersebut (anode) ke logam yang kurang reaktif (katode). Atau logam akan terkorosi lebih cepat dibandingkan tanpa keberadaan logam kurang reaktif.

Penyebab#7. Metalurgi

Kecenderungan bagian logam bertindak sebagai anode atau katode tergantung dari faktor metalurgi seperti:

  • Kekerasan, permukaan yang lebih kasar akan menimbulkan beda potensial dan cenderung menjadi anode yang terkorosi.
  • Keberadaan unsur lain dalam logam yang tidak merata akan mempercepat laju korosi karena efek galvanic coupling.

 

Polintek Primary Coating

Cara Mencegah Korosi

  • Melapis dengan cat, besi yang akan dicat digosok hingga bersih. Setelah itu diberi dasar meni dan dicat sesuai dengan warna yang dikehendaki.
  • Mencelupkan ke dalam cairan seng (Sn), dimana benda kerja dicelupkan ke dalam penangas seng.
  • Mencelupkan ke dalam cairan timah putih atau timah hitam (Pb).
  • Menyemprot dengan logam aluminium, timah, timbel, dan tembaga.
  • Melapisi dengan aliran listrik di dalam sebuah penangas. Misalnya nikel, chrom, timah, dan tembaga.
  • Menambah dengan chrom dan nikel, jika baja ditambahkan dengan 12 – 16% Cr, terjadilah baja yang tidak dapat berkarat, yang terkenal dengan nama stainless.
  • Melumuri dengan miyak gemuk: untuk melindungi dalam waktu yang pendek dapat dilakukan dengan jalan melumuri dengan minyak atau gemuk, misalnya selama pekerjaan berhenti ataupun selama masa pengangkutan.

 

Our Sales team is here to answer your questions. Ask us anything!